Cara Menulis Cerita Horor

Menulis cerita horor
Menulis Cerita Horor (Gambar: Wulan)

Belum pernah menulis cerita horor? Penasaran? Coba simak sekilas coretan kali ini.

Cerita bergenre horor adalah suatu cerita yang bertujuan untuk membangkitkan rasa takut atau rasa terkejut. Yang jelas, rasa takut dan terkejut ini untuk pembacanya, ya, bukan untuk penulisnya. Nah, bagaimana cara menuliskannya ke dalam sebuah cerita agar tercapai tujuan ini? Apakah cerita horor harus berwujud sesuatu yang menyeramkan? Ada beberapa cara mengemas cerita horor yang pelu kita ketahui, meskipun tidak semuanya dapat kita terapkan.

Membaca Genre Horor

Yang kedua banyak membaca genre horor jelas dipelukan jika kita mau menulis cerita horor. Bisa juga lewat tontonan. pelajari bagaimana cerita yang kita baca atau tonton itu mampu membangun rasa penasaran, ketakutamn, atau keterkejutan. Rasanya mustahil jika mau menulis, tetapi belum pernah membaca. Buku-buku bergenre horor sangat banyak. Bisa dibeli di toko buku. Atau mudahnya, tinggal cari di Google.

Membangun Atmosfer

Yang pertama adalah membangun atmosfer atau suasana (istilah Bulan) yang menakutkan dalam deskripsi atau narasi ke dalam cerita. Jika tulisan kita adalah cerita pendek, sebaiknya suasana ini sudah dibangun sejak awal secara perlahan. Artinya, jangan berlama-lama dengan pembuka yang tidak mengarah kepada cerita horor tentunya. Tetapi jangan terburu-buru juga menciptakan suasana seram atau takut. Atmosfer yang dibangun ini sudah cukup menjadi kekuatan cerita tanpa harus menampilkan sosok hantu (atau sejenisnya). Contohnya, Seorang pemuda memasuki sebuah desa yang belum pernah dijajakinya. Desa ini tampak sunyi. Tidak banyak kelihatan orang lalu lalang. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh orang-orang desa pun tidak tampak, padahal saat ini matahari baru saja bergulir turun. 

Munculkan Karakter yang Kuat

Yang ketiga memunculkan karakter yang kuat. Karakter di sini adalah karakter “jahat” atau “sesuatu yang menakutkan” tadi. Mengapa ini perlu? Agar pembaca bisa dengan mudah menangkap inti cerita horor. Karakter yang dimunculkan di sini bisa berupa binatang (kucing hitam, ular, dsb) , benda (boneka, gunting, dsb), atau sosok ghaib. Ada istilah urban legend dalam cerita horor. Ini terkait dengan kekhasan negara setempat. Misal, dracula  (negara Barat) atau siluman (negara Asia)

Menggunakan Elemen Tragedi

Yang keempat adalah menggunakan elemen tragedi. Maksudnya, untuk membangun atmosfer takut tadi bisa dengan cara menampilkan cerita sebab akibat. Misal, kenapa rumah itu sering disebut orang dengan rumah hantu? Karena beberapa tahun silam pernah terjadi pembunuhan. Sehingga, rumah itu tak dihuni lagi dan menimbulkan kejadian-kejadian yang menakutkan. Contoh lain, mengapa toilet di kamar mandi sekolah tidak penah ada yang mau menggunakannya? Karena ada isu yang beredar bahwa dahulu ada siswa yang bunuh diri.

Bagaimana sahabat? Apakah cara ini bisa membantu? Tertarik menulis horor? Coba saja, yuk!

*Disarikan dari kelas cerpen menulis cerita horor yang diselenggarakan oleh komunitas menulis Klub Pena, pada Sabtu, 29 Agustus 2020, dengan narasumber Dini Soemanto.

Baca juga: Saat Puisi Berjodoh dengan Hypnowriting 

 

 

2+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Kebuntuan Menulis
Read More

Penyebab Kebuntuan Menulis

Setiap penulis mungkin pernah merasakan kebuntuan menulis. Baik penulis pemula, maupun penulis mahir. Kebuntuan menulis atau yang lebih…