Merancang Harapan di Masa Mendatang

Merancang Harapan di Masa Mendatang
Merancang Harapan di Masa Mendatang

Definisi harapan menurut saya adalah sebuah keinginan untuk mencapai hidup yang lebih baik. Tiap orang pasti punya harapan yang besar untuk masa depannya. Sejak kecil kita diajarkan untuk merancang cita-cita atau harapan. Harapan itu bisa meliputi pendidikan, usaha atau bisnis, rumah tangga, dan lain-lain. Setelah melewati masa hidup 49 tahun, harapan untuk masa mendatang, tepatnya masa tua, tetap ada. Harapan perlu terus ditanam agar hidup terasa dinamis dan penuh semangat.

Memasuki usia jelita (jelang lima puluh tahun) saya pun tak luput mencanangkan masa  depan saya nanti akan seperti apa. Banyak hal yang masih bisa dilakukan di usia yang semakin senja. Jangan kalah dengan yang masih muda. Apa saja yang menjadi harapan saya di masa mendatang?

1. Ibadah Makin Meningkat

Sejak kecil, orang tua telah menanamkan nilai-nilai agama dalam hidup. Orang tua dan guru telah mengajarkan bagaimana kita hidup damai dengan agama. Di masa remaja hingga dewasa, agama tetap menjadi pegangan hidup. Jika sepanjang hidup yang sudah kita lewati ini agama senantiasa melingkupi, sudah semestinya di masa mendatang pun ibadah yang saya lakukan semakin meningkat. Itu adalah harapan pertama saya. Dengan banyak mempelajari ilmu-ilmu keagamaan dan selalu berkumpul dengan orang-orang saleh saya yakin bisa meningkatkan ibadah kita kepada Sang Pencipta. Hidup pun akan terasa semakin tenang di masa tua.

2. Konsisten Menerapkan Pola Hidup Sehat

Kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat biasanya datang terlambat. Ketika usia sudah banyak, barulah tersadar. Ketika penyakit sudah hinggap di badan, barulah menyesal. Saya pun mungkin seperti itu. Hingga akhirnya, di usia 40-an pola hidup sehat mulai diterapkan dalam hidup sehari-hari. Karena metabolisme tubuh tak lagi sama dengan saat muda, maka saya melakukan diet tipis-tipis, demi menjaga dan membatasi keinginan menyantap segala macam jenis makanan. Secara berkala saya melakukan olahraga ringan yang sesuai dengan kondisi fisik dan usia. Jam tidur dan bekerja pun diatur agar tidak berlebihan. Saya berharap bisa terus konsisten menerapkan pola hidup sehat ini agar selalu sehat di hari tua.

3. Hubungan Keluarga dan Sahabat Makin Harmonis

Saya adalah orang yang senang besosialisasi. Baik dengan keluarga, maupun sahabat. Rasanya menyenangkan bisa mengorol, berkumpul, dan bertukar pikiran dengan banyak orang. Ini menjadi katarsis (pelepasan) bagi saya, saat dirundung masalah. Namun, bukan berarti bertemu keluarga dan sahabat hanya pada saat ada masalah. Dalam situasi dan kondisi apa pun sangat menyenangkan berada bersama-sama orang yang saya sayangi. Sayangnya, di masa pandemi yang cukup memakan waktu lama, hal itu tidak bisa dilakukan, kecuali dengan jarak jauh (luring). Harapan saya, semoga pandemi segera berlalu dan di masa mendatang  hubungan saya dengan keluarga dan sahabat makin harmonis.

4. Konsisten Menulis dan Berkarya

Saya mulai menulis buku tahun 2012 dengan menerbitkan mandiri buku puisi. Sebelumnya banyak menghabiskan waktu dengan mengajar dan menyunting buku. Tiga pekerjaan ini sangat saya cintai, meskipun jalannya tidak selalu mulus. Pekerjaan ini membuat saya terpacu untuk terus belajar dan membuat saya merasa bahagia. Kini, karya saya sudah lumayan banyak. Saya berharap, hobi dan pekerjaan saya ini tetap bisa saya lakukan seiring bergulirnya usia. Saya akan terus menulis dan berkarya, apa pun bentuk karyanya. Saat ini karya digital juga menjadi pilihan saya, namun  tetap tidak meninggalkan karya cetak. Menulis itu adalah hobi dan pekerjaan yang tidak dibatasi usia. Jadi, semoga saya tetap bisa konsisten menulis di masa yang akan datang.

5. Bahagia Lebih Banyak di Rumah

Sebagai seorang ibu yang gemar beres-beres rumah, lebih banyak di rumah adalah satu harapan saya di masa mendatang. Kalau sebelumnya saya banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk kuliah dan mengajar, kini saat anak-anak dewasa, saya malah ingin lebih banyak berada di rumah. Mulai sekarang saya pun merancang aktivitas yang bisa memacu produktivitas di rumah. Belajar dari masa kuncitara selama pandemi, saya merasa jadi lebih produktif. Saya berharap akan tetap bisa berkarya, sambil beres-beres rumah. Klop, ya!

Inilah rancangan harapan saya di masa mendatang. Tidak muluk-muluk, semoga bisa jadi kenyataan. Lalu, apa harapanmu di masa mendatang?

*Tulisan ini diikutsertakan pada 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

Baca juga: Menumbuhkan Semangat Menulis di Tahun Baru 

1+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like