Lakukan Promosi Daring untuk Membidik Pembaca

Promosi Daring untuk Membidik Pembaca
Promosi Daring untuk Membidik Pembaca (Gambar: Freepik.com)
Bagaimanana caranya agar orang tahu atau tertarik dengan hasil karyamu? Khususnya bagi yang suka menulis, bagaimana caranya agar penulis bisa membidik calon pembaca tulisanmu? Ada 2 kategori orang yang suka menulis. Yang pertama, orang yang suka menulis untuk dinikmati sendiri, ada orang yang suka menulis untuk diketahui oleh orang lain. Jika kita ingin tulisan kita diketahui dan dinikmati oleh orang banyak, tentu harus ada hal yang kita lakukan, yaitu sebuah promosi atau branding.
Jangan selalu dibayangkan bahwa promosi kita adalah promosi besar-besaran yang memakan biaya besar, atau memiliki tampilan yang sangat keren. Tidak harus seperti itu. Mulailah dari hal sederhana dan praktis. Hal sederhana yang perlu kita lakukan adalah upaya untuk mengenalkan sebuah produk dengan cara cepat, tetapi punya cakupan yang luas. Cara ini bisa dipakai untuk mempromosikan tulisan blog atau buku kita. Jadi, jangan berkecil hati hanya gara-gara kita merasa tulisan kita tidak ada pembacanya.
Sebagai penulis, baik karena hobi, maupun profesi, kita pasti merasa senang jika buku atau artikel di blog mendapat pembaca, bukan? Meskipun pembacanya hanya dari keluarga atau kelompok kecil, tetap saja kita akan merasa bahagia jika tulisan kita bisa dinikmati orang lain. Bukan hanya dinikmati, melainkan juga membawa manfaat bagi orang lain. Jika kita tahu bahwa tulisan kita, meskipun idenya sederhana, pasti kita bersemangat untuk terus menulis. Sangat disayangkan jika tulisan yang kita buat itu hanya disimpan untuk diri sendiri. Tulisan kita akan lebih bernilai apabila orang lain bisa ikut memtik ilmu atau manfaatnya. Oleh karena itu, mulailah kita memikirkan promosi untuk tulisan-tulisan kita.
Di era digital, mempromosikan tulisan bisa kita lakukan dengan cara yang mudah dengan memanfaatkan media masa yang ada. Sekarang ini, di masa kuncitara yang berlangsung hampir satu tahun, sambil rebahan pun kita bisa melakukan promosi. Enak, bukan? Jika kita memiliki persediaan dana yang cukup untuk promosi, kita bisa melakukannya secara mandiri. Tidak perlu keluar rumah, tidak perlu pula keluar uang.  Nah,  di bawah ini adalah langkah-langkah promosi daring yang biasanya saya lakukan untuk membidik pembaca.

1. Buatlah Bahasa Promosi yang Unik dan Persuasif

Bagi saya yang secara rutin menulis di blog personal dan menulis buku secara swaterbit (self publishing), mempromosikan karya saya adalah hal yang penting. Bukan hanya perlu menguasai ilmu menulis, melainkan juga perlu mempelajari soal copywriting dan branding. Saya pernah mengikuti pelatihan-pelatihan ini secara daring dan luring. Dari mempelajari ini saya tahu bahwa bahasa promosi itu harus memiliki “kekuatan”. Bahasa itu harus unik dan juga persuasif, agar orang merasa tertarik. Namun, saya menghindari bahasa yang terlalu menampilkan kesan “menjual”. Jangan seperti orang yang berkoar-koar menjajakan barang dagangan. Bahasa promosi bisa lewat potongan cerita yang lucu, segar, menyentuh, atau self branding tentang siapa kita. Saya pikir, jika kita melakukan ini dengan baik, calon pembaca akan berpikir bahwa ada “sesuatu yang berharga atau menarik” dari isi tulisan kita. Gunakan bahasa persuasif agar calon pembaca tergoda. Saya lebih suka memilih bahasa promosi yang singkat, padat, dan tidak bertele-tele.

2. Siapkan Foto atau Gambar yang Menarik

Foto atau gambar adalah unsur yang penting selain bahasa. Di era digital ini, siapa pun akan merasa tertarik dengan bentuk promosi yang menampilkan foto, gambar, bahkan video. Tidak selamanya bahasa promosi kita tepat sasaran. Hal ini bisa terbantu dengan menampilkan gambar yang unik dan menarik. Untuk mencapai target ini, tak sedikit para penulis yang rela ikut pelatihan fotografi di banyak tempat, termasuk saya. Dengan mempelajari teknik fotografi, hasil gambar kita tidak terkesan kuno atau membosankan. Kita bisa leluasa menciptakan gambar-gambar yang bervariasi. Ilmu fotografi kini bisa dipelajari dengan teknik yang sangat praktis, hanya dengan menggunakan kamera ponsel. Semain klop apabila gambar dipadukan dengan caption yang menarik.

3. Unggah Karya Whatsapp, Instagram, dan Facebook

Bagi yang belum terbiasa memperkenalkan tulisan atau bukunya ke media sosial, awalnya akan terasa canggung dan malu. Hal ini wajar terjadi saat kita merasa bahwa tulisan atau buku yang kita tulis “terlalu biasa” atau “tidak istimewa”. Saya pikir, kita harus membuang pikiran seperti ini, jika ingin maju. Menggunggah hasil karya ke media sosial bukanlah hal yang tabu. Perlu diluruskan bahwa tujuan promosi kita bukanlah untuk pamer atau untuk berbagngga-bangga. Media sosial menawarkan banyak jalan untuk promosi. Cobalah 1 saja karyamu diunggah pada status Whatsapp, Facebook, dan Instagram. Dari situ akan kita lihat reaksi orang lain, bisa teman atau keluarga. Reaksi yang positif dari mereka akan menjadi penyemangat. Apalagi, jika mereka sangat antusias untuk tahu dan membacanya. Jika kita menulis buku, akan terbuka peluang bagi para pembelinya. Kita cukup mengetik-ngetik status di medsos, lalu para pembaca akan menghampiri.

4. Lakukan Promosi secara Bertahap

Ternyata promosi daring tak cukup hanya sekali. Teman saya, seorang copywriter, mengajarkan saya soal promosi bertahap ini. Artinya, promosi tak cukup hanya sekali. Promosi perlu dilakukan berkali-kali dan bertahap akan tujuan membidik pembaca tercapai. Jika menulis di blog seminggu sekali, maka kita bisa membagikan tautan tulisan tia hari atau dua hari sekali, sampai ada tulisan yang berikutnya. Jika kita menulis sebuah buku, promosi sudah bisa dilakukan secara bertahap sebelum buku itu terbit. Misalnya, secara bertahap mengenalkan kover buku, ringkasan isi buku,  latar belakang penulisan, dan lain-lain. Lebih tepatnya, langkah seperti ini bisa membuat calon pembaca semakin penasaran. Melakukan promosi dengan menyusun rencana yang matang akan membawa hasil yang lebih baik daripada sekadarnya atau tanpa melakukan apa-apa.

5. Berikan Tanggapan yang Baik dan Ramah terhadap Pembaca

Satu hal yang jangan sampai diabaikan adalah memberi perhatian kepada pembaca tulisan kita. Baik bagi mereka yang sekadar merespons tautan kita atau yang benar-benar membacanya. Perlakukan pembaca dengan baik dan ramah. Berikan respons balik jika kepada mereka dengan mengucapkan rasa terima kasih atau apa pun. Kritik membangun yang mereka sampaikan juga menjadi masukan bagi tulisan kita selanjutnya agar lebih baik lagi. Jika pembaca menyukai sikap penulis yang baik dan ramah, kita tidak perlu bekerja terlampau keras untuk mempromosikan karya-karya kita selanjutnya. Tak mustahil, pembaca akan menanti-nanti karya kita yang berikutnya.

Inilah langkah-langkah promosi daring untuk membidik pembaca. Sampai sekarang pun saya masih terus melakukan ini dengan harapan pembaca tulisan saya semakin banyak. Saya percaya bahwa tiap tulisan ada embacanya masing-masing. Promosi daring saat ini adalah langkah paling mudah dan cepat yang bisa saya lakukan secara mandiri.

*Tulisan ini diikutsertakan pada 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting
7+
2 Shares:
4 comments
  1. thank you for sharing… setiap tulisan pasti ada pembacanya, meski tidak semua teman-teman dalam lingkaran medsos membaca tulisan kita. Just keep writing… like it, mbak…:)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Kebuntuan Menulis
Read More

Penyebab Kebuntuan Menulis

Setiap penulis mungkin pernah merasakan kebuntuan menulis. Baik penulis pemula, maupun penulis mahir. Kebuntuan menulis atau yang lebih…