Langkah Praktis Menulis Artikel

Menulis Artikel
Menulis Artikel (Gambar: Wulan)

Bagi yang sering menulis buku dan artikel, tentu bisa membedakan keduanya. Mana yang lebih sulit? Menulis buku atau menulis artikel? Bagi saya, lebih sulit menulis buku, ketimbang artikel. Mengapa? Karena menulis artikel adalah menulis praktis. Namun, bukan berarti menulis artikel bisa semau-maunya tanpa rencana dan aturan. mengapa dikatakan menulis praktis? Hal ini terkait dari panjangnya tulisan juga waktu pengerjaannya. Menulis buku membutuhkan waktu yang panjang dan kedalaman pembahasan. Sementara itu, menulis artikel bisa hanya membahas masalah yang ringan dan membutuhkan waktu yang cepat.

Ada yang mengatakan “Hidup akan menjadi lebih berarti dengan menulis.” Karena hobi dan profesi saya sebagai penulis, tentu saja saya sangat setuju pernyataan itu. Seorang penulis akan merasa bahwa dengan tulisannya, pembaca bisa memetik manfaat. Bahkan, dari tulisan pendek kita atau artikel. Dengan artikel, kita bisa cepat menyampaikan informasi yang orang lain belum atau tidak tahu, bisa memberikan solusi terhadap permasalahan lewat tips yang kita tulis, dan bisa memberikan hiburan kepada yang sedang dirundung sedih. Dengan ini, menulis sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang “mulia”. Bisa memberikan manfaat yang sedikit kepada pembaca, termasuk pekerjaan yang baik, bukan?

Di bawah ini adalah langkah praktis menulis yang bisa kita pelajari.

1. Carilah ide yang Mudah

Ide adalah modal awal menulis. Saran saya, carilah ide yang mudah dan yang kita kuasai. Mengapa? Karena dalam proses menulis diperlukan pemahaman dan penjabaran. Tulisan yang baik lahir dari penguasaan topik. Jika ingin yang mudah, carilah ide dari pengalaman kita sendiri. Ide juga bisa kita peroleh dengan mengandalkan indera kita. Peristiwa yang kita lihat, berita yang kita dengar di sekitar kita, tentu bisa menjadi ide. Seorang penulis harus terbiasa mengasah kepekaannya.

Ide sering kali datang secara spontan. Jika tak mampu menyimpannya di kepala, biasakanlah menuliskannya dalam buku catatan atau ponsel. Jangan biarkan ide kabur sebelum sempat kita simpan. Tulislah ide sebanyak-banyak, agar saat siap menulis, ide yang banyak tadi bisa menjadi pilihan mana yang harus dikerjakan lebih dahulu.

2. Buatlah Kerangka (Outline) yang Sederhana

Kerangka adalah susunan sistematis mengenai hal-hal yang dikembangkan dari pikiran utama. Bagi penulis profesional atau mahir, kerangka tulisan bukan lagi suatu keharusan, tetapi bagi penulis pemula sangat dianjurkan membuat kerangka sebelum menulis.

Menulis Artikel, meskipun pendek dan praktis tetap membutuhkan kerangka. Kerangka berfungsi untuk mengarahkan tulisan kita pada fokus masalah yang kita tulis. Kerangka berfungsi memetakan mana poin yang perlu dibahas, mana poin yang tidak perlu. Dengan adanya kerangka ini tulisan kita tidak akan ke luar dari rel. Tulisan pun nantinya akan lebih mudah mengalir. Karena panjang menulis artikel biasanya sekitar 300 sampai 1.500 kata, maka kerangka yang dibuat pun tidak perlu terlalu rumit.

3. Siapkan Referensi

Menulis artikel pun membutuhkan referensi. Bagi saya referensi itu penting. Referensi bisa diperoleh dari bacaan. Referensi itu penting untuk memperkaya tulisan kita. Sebelum menulis artikel, kumpulkan beberapa referesnsi atau banyak-banyaklah membaca terkait tema yang sama dengan calon artikel kita. Dengan banyak membaca akan membuka dan memperluas wawasan. Meskipun hanya artikel pendek yang kita buat, tetap saja perlu menyiapkan diri dengan membaca beberapa artikel sebagai penguatan. Bacaan pun kini bisa kita dapatkan lewat internet. Kapan saja dan di mana saja kita bisa membaca cepat.

4. Mulailah Menulis

Kini saatnya menulis. Sediakan waktu satu atau dua jam untuk menulis sebuah artikel pendek. Jika kita menyiapkan waktu, bukan di waktu sempit dan terburu-buru, apa yang sudak kita persiapkan sebelumnya akan terasa lebih mudah. Menulis dengan tenang di waktu yang cukup akan menghasilkan tulisan yang baik. Jika kita menulis seusatu dengan terburu-buru dan tanpa persiapan, biasanya kualitas tulisan menjadi kurang bagus dan rapi. Untuk artikel daring, penulis bisa menggunakan bahasa yang sederhana, ringan, akrab,  dan mudah dipahami.

Ada yang mengatakan tumpahkan lebih dulu apa yang ada di pikiran kita sampai selesai, tanpa memikirkan masalah penyuntingan. Ini ada benarnya. Biarkan ide kita mengalir tanpa hambatan. Jika kita belum puas dengan hasil tulisan yang kita buat, simpanlah tulisan ini, agar nanti bisa kita baca kembali.

5. Lakukan Penyuntingan

Setelah proses menulis selesai, barulah kita melakukan penyuntingan. jangan cepat puas dengan hasil tulisan kita tanpa mengeceknya kembali. Bisa jadi, ada beberapa kesalahan yang luput dalam pengamatan kita. Mungkin berupa kesalahan pemakaian kata, penulisan, ejaan, atau tanda baca. Penyuntingan membutuhkan kepekaan dan ketelitiann. Jadi dalam melakukan penyuntingan dibutuhkan kesabaran. Jika tulisanmu sudah tertata sejak awal, maka penyuntingan ini tidak membutuhkan kerja keras.

Demikian 5 langkah praktis yang diperlukan dalam menulis artikel. Semoga bisa menjadi acuan dalam menuangkan tulisanmu. Menulis saja dari sekarang, agar kamu bahagia!

Baca juga: Menjadikan Blog sebagai Sarana Menyalurkan Hobi Menulis 

Baca juga: 4 Jurus Menjadikan Tulisan Kita Indah

Baca juga: 5 Cara Membuat Judul Artikel yang Menarik

Foto: Freepik.com

2+
3 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like