5 Manfaat Menulis Buku Antologi

Menulis Buku Antologi
Menulis Buku Antologi (Gambar: Freepik.com)

Beberapa tahun belakangan ini, menulis menjadi hobi sekaligus profesi yang digandrungi. Menulis buku hingga diterbitkan kini bukan lagi sekadar mimpi. Tak harus selalu menunggu nasib tulisan kita di penerbit mayor. Bagi  yang senang menulis, atau ingin terus berkarya dalam tulisan, keinginan ini bisa wujudkan dalam bentuk tulisan bersama atau buku antologi yang ditulis secara keroyokan atau bersama-sama.

Bagaimana caranya bisa menulis di buku antologi? Apa manfaatnya menulis buku antologi? Jangan khawatir, kini telah banyak komunitas atau grup menulis yang bisa kita ikuti. Di dalam komunitas tersebut nantinya kita dilatih oleh guru atau coach yang mumpuni di bidang tulis-menulis, seperti di Klub Pena yang dikelola oleh saya. Bagi yang belum pernah sekali pun membuat tulisan, kamu akan dilatih dari dasar. Bagi yang sudah mahir pun, tetap bisa bergabung, agar keterampilan menulis kita tetap terlatih dan makin meningkat.

Supaya tambah semangat, mari kita lihat keseruan dan manfaat yang bisa kita dapatkan, jika kita bergabung di komunitas dan menuli di buku antologi.

1. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Sebagai calon penulis pemula, atau yang sama sekali belum pernah mencoba penulis, sering kali muncul rasa minder atau kurang percaya diri. Apalagi, bagi yang bukan berlatar belakang pendidikan bahasa. Tidak perlu risau! Dengan bergabung di kelas menulis antologi, dengan banyak peserta, kerisauan ini tidak akan terjadi. Mengapa? Karena di kelas antologi, bukan hanya kita yang belajar. Ada banyak peserta yang ikut. Guru akan memperlakukan sama tiap muridnya. Guru akan memberikan pengarahan dan bimbingan sampai kita siap untuk melahirkan sebuah tulisan. Setiap tulisan yang kita hasilkan nantinya pun akan mendapat masukan dan koreksi. Kita akan diminta oleh guru untuk memperbaikinya hingga memenuhi standar penulisan dan layak dibaca. Rasa percaya diri, akan tumbuh dengan sendirinya, ketika kita berhasil menciptakan karya tulisan.

2. Memiliki Banyak Teman untuk Berdiskusi

Dalam kelas privat, satu guru memegang satu murid. Biasanya pembimbingan akan sangat itensif. Bagi yang punya semangat tinggi, kelas privat tentunya adalah pilihan yang tepat. Namun, sisi lainnya, jika kita termasuk yang malas-malasan, kelas privat menjadi kering dan hambar, bahkan tak sedikit yang akhirnya pergi meninggalkannya. Dalam kelas antologi, pembimbingan degan banyak peserta, akan memberikan nuansa yang berbeda dan lebih segar. Dalam satu waktu, kita otomatis mendapat teman yang banyak. Fungsi teman-teman di sini adalah sebagai teman berdiskusi dan penyemangat saat membahas topik tulisan yang akan digarap. Bukan hanya itu, jika ada saat di mana seorang murid merasa malu untuk bertanya, maka dia bisa menanyakan hal yang kurang dimengerti kepada sesama peserta, tanpa harus berhadapan dengan gurunya. Serunya lagi, pada saat menghadapi tenggat, tiap peserta akan berlomba untuk bisa memenuhi itu secara bersama-sama, agar tidak tersisih.

3. Berkarya di Waktu yang Singkat

Bisa dibayangkan, jika kita ingin menulis buku secara per orangan atau solo, kita harus memenuhi sekurang-kurangnya 120 halaman A4. Berapa waktu yang kita perlukan agar bisa menyelesaikan itu? Sebulan? Dua bulan? Atau setahun? Jika kita termasuk orang yang tidak disiplin, tidak mutahil tulisan panjang akan terbengkalai. Nah, dengan mengikuti kelas antologi, bagi yang merasa hanya punya waktu pendek karena segudang kesibukan, menulis tak lagi jadi masalah. Dengan memenuhi 5 sampai dengan 10 halaman saja, kita sudah bisa berkarya. Biasanya tenggat akan ditetapkan 2 minggu sampai 1 bulan. Setelah itu proses akan dilanjutkan dengan penyuntingan dan tata letak. Buku yang diterbitkan dengan swaterbit akan lebih cepat lagi sampai ke tangan kita. Buku yang terbit nantinya akan menjadi kebahagiaan milik bersama.

4. Memiliki Banyak Kesempatan

Dengan pendeknya proses melahirkan sebuah karya antologi, bagi yang sangat senang menulis, tentu saja bisa melakukannya berkali-kali sesuka hati. kesempatan untuk menulis buku antologi tidak hanya di satu komunitas saja. Selesai tulisan yang satu, kita bisa lanjut ke tulisan berikutnya. Bukan hanya mengikuti kelas antologi di satu komunitas, tetapi bisa di beberapa komunitas, selama waktunya cocok. Bahkan ada yang bisa melakukannya di saat bersamaan. Banyak menulis di satu waktu di beberapa komunitas. Jika kamu mampu, hal ini tidak masalah. Kesempatan terbuka luas untuk terus berkarya.

5. Melatih dan Meningkatkan Keterampilan

Menulis banyak buku antologi tentunya bisa melatih dan meningkatkan keterampilan kita. Tidak hanya sekali menulis, tetapi berkali-kali. Siapa yang biasa, pasti lama-lama bisa. Keahlian menulis adalah sebuah proses panjang yang tidak datang secara tiba-tiba. Dengan terus konsisten menulis, maka lambat laun kemahiran kita bertambah. Hasilnya pun berbeda antara orang yang jarang menulis dengan orang yang rajin menulis. Orang yang sering menulis akan menyadari kesalahan-kesalahan yang dibuatnya dan tidak ingin mengulanginya lagi. Dengan menulis berbagai genre di buku antologi juga akan memperluas wawasan. Tidak mustahil, suatu saat nanti, kita akan siap untuk menulis buku solo, kan?

Baca juga: Tips Ampuh Mengusir Writer’s Block 

Baca juga: 4 Jurus agar Tulisan Kita Indah

Baca juga: Swasunting, Mengapa Perlu?

Baca juga: Tingkatkan Mood Menulismu

Foto: Freepik.com

 

3+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Untuk apa menulis?
Read More

Untuk Apa Menulis?

Menulis menjadi kegemaran bagi sebagian orang. Untuk apa menulis? Menulis merupakan salah satu cara mengungkapkan pikiran yang tidak…