Menumbuhkan Semangat Menulis di Tahun Baru

Menumbuhkan Semangat Menulis
Menumbuhkan Semangat Menulis (Foto: Wulan)

Jika menulis sudah menjadi kebutuhan dan hobi, tentu sayang untuk ditinggalkan. Bagi penyuka kegiatan menulis, seperti saya, berbagai cara dilakukan untuk bisa mengisi waktu dengan menulis. Jangan dibayangkan kegiatan menulis yang saya lakukan selalu yang bermuatan berat dan serius. Kadang saya pun menulis cerita ringan di status Facebook, atau di blog. Namun, sering kali rasa malas menyerang denagn berbagai alasan. Kalau sudah malas, maka menulis jadi terbengkalai. Tanpa terasa, 2020 telah berlalu.  Lalu, bagaimana cara saya menumbuhkan semangat menulis di tahun baru?

1. Merencanakan Tema-Tema Baru untuk Menulis Blog

Memiliki dua blog personal dengan niche yang berbeda menjadi hal yang mengasyikkan buat saya. Artinya, saya jadi terus terpacu untuk terus menulis di dua blog tersebut. Rasanya, kalau lama tidak menulis, ada perasaan bersalah, meskipun rasa itu tak seharusnya menghantui. Repotkan memiliki dua blog? Saya pikir, dengan dua niche yang berbeda, membuat saya tidak cepat merasa bosan dan lebih leluasa mencari ide baru yang segar. Dengan kata lain, saya senang disibukkan dengan dua blog ini karena jadi punya banyak aktivitas menulis di rumah.

2. Merancang Kegiatan Menulis Buku Antologi

Dengan mengelola klub menulis, inilah kesempatan baik bisa merancang kegiatan di tahun baru. Kegiatan menulis buku antologi saya rancang untuk satu tahun ke depan dengan berbagai macam tulisan dan tema yang menarik.  Akan semakin seru karena kegiatan menulis ini dilakukan bersama teman-teman. Rancangan ini saya buat setelah mengevaluasi kegiatan klub menulis selama satu tahun. Dengan begitu, saya jadi lebih tahu kebutuhan menulis yang seperti apa yang diinginkan oleh teman-teman. Dengan harapan, apa yang disukai oleh teman-teman menjadi energi positif juga bagi saya.

3. Membuka Kelas Menulis

Salah satu cara untuk menambah keterampilan menulis kita salah satunya adalah dengan mengajar. Dengan mengajar, mau tidak mau kita terpacu untuk terus mempelajari hal-hal baru tentang kepenulisan. Menemukan hal baru tentu saja menumbuhkan semangat menulis untuk saya pribadi. Lebih bermanfaatnya lagi jika ilmu baru yang kita pelajari bisa dibagikan kepada teman-teman. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi saya untuk meninggalkan kegiatan menulis.

4. Membaca Buku untuk Manambah Wawasan

Sejak masa pandemi, kegiatan membaca jadi lebih banyak tersedia. Tak harus membaca buku  baru, membaca-baca ulang buku lama pun tak mengapa. Barang kali saja ada buku-buku yang pernah kita beli belum pernah kita baca. Banyak membaca pastinya akan menumbuhkan semangat menulis. Dengan membaca selalu ada saja ide baru untuk bahan tulisan kita. Sebab orang malas membaca bisa jadi buku yang dibacanya tidak menarik. Untuk itu, pilihlah bacaan yang menyenangkan hati kita, agar kita bersemangat lagi.

5. Mengajak Teman-Teman Penulis untuk Berdiskusi

Tidak cukup hanya dengan kegiatan tulis-menulis, akan lebih seru jika bisa berdiskusi dengan teman-teman dalam rangka membahas topik seputar tulis-menulis. Untuk itu di tahun baru, saya membuka kelas diskusi bahasa yang bisa diikuti oleh siapa saja yang membutuhkan. Ruang diskusi ini saya beri nama OSAKA (Obrolan Bahasa Kita). Saat berdiskusi, akan muncul ide dan semangat baru. Selain ruang diskusi untuk menulis buku, saya juga membuat

Bagaimana? Mana yang bisa kamu ikuti, silakan tiru. Semoga menumbuhkan semangat menulis di tahun barumu juga bisa terlaksana!

Baca juga: Semangat dan Disiplin dalam Menulis 

Baca juga: Osaka, Obrolan Bahasa Kita

Baca juga: Menebar Energi Positif di Klub Pena

2+
2 Shares:
2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Kebuntuan Menulis
Read More

Penyebab Kebuntuan Menulis

Setiap penulis mungkin pernah merasakan kebuntuan menulis. Baik penulis pemula, maupun penulis mahir. Kebuntuan menulis atau yang lebih…