Nyaman Berjilbab di Negeri Tropis

Nyaman Berjilbab
Gambar: Wulan

Jilbab merupakan penutup kepala yang diwajibkan atas setiap muslimah. Namun. sejauh ini, bagi kita yang memakai jilbab, sudah nyamankah? Sering kali masalah muncul pada kebanyakan muslimah yang baru berjilbab. Ada yang merasa gerah, risi, dan tidak nyaman. Aktivitas kita menjadi tidak leluasa. Bisa jadi hal ini karena ketidaktahuan kita terkait pemilihan bahan yang cocok dengan iklim, atau warna dan motif yang tidak cocok dengan bentuk wajah kita, atau mungkin karena kita mengabaikan masalah kesehatan rambut. Semua rasa tak nyaman tersebut sebenarnya dapat diatasi. Ternyata, soal jilbab tak sekadar ikut tren. Perlu juga kita memilih jilbab yang cocok di hati, padu padan dengan pakaian, dan juga nyaman untuk beraktivitas. Nah, coba kita lirik tips nyaman berjilbab ini agar kita tak salah pilih, merasa sehat, dan leluasa beraktivitas!

Memilih Bahan Jilbab yang Adem

Hal pertama saat memilih jilbab yaitu bahan jilbab. Jilbab akan terasa nyaman dipakai, apabila pemilihan bahannya tepat. Pilihlah bahan yang menyerap keringat dan tidak terlalu tebal. Iklim tropis di Indonesia membuat udara cukup panas. Pemilihan bahan yang adem dan menyerap keringat sangat cocok dan nyaman. Misalnya, bahan katun atau kaos, tentu yang tidak menerawang. Bahan jilbab yang terlalu tebal seringkali membuat tidak nyaman. Selain terasa panas, kadang juga dapat mengganggu pendengaran.

Memilih Motif Jilbab yang Sesuai

Jilbab yang kita kenakan pastinya akan langsung terlihat oleh orang lain. Apabila motif jilbab tidak sesuai dengan bentuk wajah kita, terlihat kurang apik dan menimbulkan rasa kurang percaya diri. Apabila penggunaan jilbab sesuai bentuk wajah, sudah dipastikan akan menambah kepercayaan diri dan kenyamanan.  Bagi yang berwajah lebar, jangan memilih motif-motif yang terlalu besar. Lebih cantik jika memilih motif kecil.

Memilih Warna Jilbab yang Cocok

Selain pemilihan ukuran sesuai bentuk muka, hal yang tidak boleh dilupakan yaitu pemilihan warna jilbab. Warna jilbab yang kita kenakan sebaiknya disesuaikan dengan warna kulit wajah. Jangan sampai pemilihan warna jilbab justru membuat kulit wajah semakin terlihat kusam dan akhirnya merasa tidak percaya diri dan nyaman. Misalnya bagi yang berkulit sedikit gelap, pilihlah warna-warna yang tidak terlalu kontras. Bagi yang berkulit terang, sebaiknya tidak memilih warna-warna pucat.

Mengeringkan Rambut yang Basah

Ternyata ketidaknyamanan berjilbab bukan saja terletak pada pemilihan jilbab saja, namun juga kondisi rambut pemakainya. Memakai jilbab dalam kondisi rambut basah sehabis keramas  membuat tidak nyaman. Berjilbab saat rambut masih basah, membuat rambut lepek, mengeluarkan bau yang tidak sedap, dan menyebabkan kepala pusing. Maka, tunggulah sampai rambut benar-benar kering atau memakai pengering rambut jika harus buru-buru memakai jilbab.

Mengikat Rambut

Saat mengenakan jilbab, bagi yang berambut panjang, sebaiknya rambut jangan dibiarkan tergerai. Ikatlah rambut agar tidak mudah berantakan dan rambut tidak mudah keluar dan terlihat. Bisa juga dengan menggunakan bandana bagi yang berambut pendek, agar rambut tetap rapi. Kita pun tidak perlu harus sering-sering merapikan rambut yang keluar dari jilbab. Jelas ini tentu saja membuat kita tidak nyaman, bukan? Aktivitas kita pun tidak terganggu dengan gerakan tangan yang sibuk membenahi rambut yang keluar.

Pilihlah jilbab yang sesuai dengan iklim tropis di negara kita, pilihlah warna dan motif yang sesuai dengan wajah, dan perhatikan kesehatan rambut kita. Dengan mengikuti tips nyaman berjilbab, insyaallah kita semakin leluasa beraktivitas kapan pun dan di mana pun.

*Tulisan ini diikutsertakan pada 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

6+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Swasunting
Read More

Swasunting, Mengapa Perlu?

Swasunting atau self editing adalah proses yang dilakukan seorang penulis untuk memperbaiki tulisannya, baik, tulisan fiksi maupun nonfiksi.…