Penyebab Kebuntuan Menulis

Kebuntuan Menulis
Kebuntuan Menulis (Gambar: Freepik.com

Setiap penulis mungkin pernah merasakan kebuntuan menulis. Baik penulis pemula, maupun penulis mahir. Kebuntuan menulis atau yang lebih dikenal dengan istilah writer’s block adalah keadaan berhenti menulis (bisa sesaat atau berkepanjangan) yang dialami seseorang ketika sedang melakukan proses menulis. Tulisan menjadi terhambat, tak lancar mengalir.

Siapa pun tidak menghendaki hal ini terjadi. Jika tak bisa diatasi, yang dikhawatirkan adalah tulisan yang sedang digarap menjadi terbengkalai untuk waktu yang lama atau ditinggalkan begitu saya. Sangat disayangkan, jika tulisan yang kita buat ini adalah tema yang bagus dan bermanfaat. Untuk itu, kita perlu tahu apa saja yang bisa menjadi penyebab kebuntuan menulis. Simak bahasan di bawah ini!

1. Topik Tidak Kita Sukai

Memilih topik yang kita sukai itu memudahkan dan menyenangkan, ketimbang menulis sesuatu yang tidak kita sukai. Tema yang kita sukai akan menjadi kekuatan tulisan kita. Lebih baik lagi jika yang kita sukai tersebut, juga kita kuasai dengan baik. Jika kita lebih suka pada topik pendidikan keluarga, tetapi kita memaksakan diri menulis tentang kesehatan, maka akan terasa berat dan membutuhkan waktu berpikir yang panjang.

2. Tema Terlalu Luas

Bisa jadi, ide yang tercetus cakupannya terlalu luas. Misal, maksud hati ingin menulis tentang onde-onde, tetapi yang kita pilih adalah tema masakan Nusantara. Tema yang terlalu luas membuat kita lama berpikir atau bahkan menjadi buntu karena tidak tahu mau dibawa ke mana tulisan kita. Mempersempit tema akan membuat tulisan kita lebih fokus dan mudah mengembangkannya daripada bertahan dengan tema yang luas. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menyelesaikan tulisan. Namun, perlu dipikirkan juga, apakah ide spesifik yang kita pilih bisa dikembangkan dengan baik atau malah membuat kita kekurangan bahan. Di sini diperlukan sikap selektif kita dalam menentukan tema.

3. Jarang Membaca

Orang yang jarang membaca akan mengalami ini. Kata-kata yang digunakan hanya itu-itu saja atau berulang-ulang, sehingga membuat bosan dan tidak menarik. Jangan pernah merasa cukup dengan bacaan yang sudah pernah kita baca. teruslah membaca karena ilmu butuh pemutakhiran. Sudah terbukti bahwa jika kita sering membaca buku, majalah, surat kabar, website, perbendaharaan kata kita semakin banyak dan bervariasi. Mau mengatakan A bisa dengan berbagai cara. Mulai sekarang biasakan diri kita dengan banyak membaca. Pilihlah tema-tema bacaan yang kita sukai dahulu.

4. Sedikit Referensi

Memiliki referensi adalah keharusan bagi orang yang berprofesi sebagai penulis. Meskipun tulisan kita tergolong ringan dan menghibur, tak ada salahnya kita banyak memiliki referensi sebagai bahan acuan. Referensi yang kita kumpulkan bisa berupa media cetak maupun daring. Pilihlah referensi yang memiliki tema sama dengan tulisan-tulisan kita. Dengan banyaknya referensi yang kita punya, akan membantu membuka pikiran kita, saat kebuntuan menulis melanda.

5.  Jarang Menulis

Ada dua hal yang menyebabkan mengapa kita jarang menulis, yaitu kesibukan dan kemalasan. Jika kesibukan menjadi sebab kita jarang menulis, berarti kita harus pandai-pandai mencuri waktu. Jika kemalasan yang menjadi sebabnya, maka kita harus melawannya. Jarang menulis menyebabkan kita jadi sering lupa. Ketika saatnya menulis, kita banyak lupa dan banyak melakukan kesalahan. Lama-lama menulis pun menjadi buntu. Dengan sering menulis kita terlatih mengatur semangat dan menjaga agar ide di kepala terus mengalir.

Jika kita mengetahui penyebab kebuntuan menulis, akan lebih mudah mencari solusinya, bukan? Semoga tulisan semakin lancar!

Baca juga: Jadikan Blog sebagai Sarana Menyalurkan Hobi Menulismu

Baca juga: 5 Tips Ampuh Mengusir Writer’s Block 

Baca Juga: Manfaat Menulis Buku Antologi

Baca juga: Tingkatkan Mood Menulismu dengan Tips Berikut!

5+
3 Shares:
2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like