Taktik Berhemat di Masa Pandemi

Taktik Berhemat di Masa Pandemi
Taktik Berhemat di Masa Pandemi (Gambar: Wulan)

Mengatur keuangan saat ini menjadi prioritas. Kondisi keuangan belum pulih normal, sejak pandemi melanda, baik keuangan negara maupun rumah tangga selama masa pandemi. Kala semua serba sulit, banyak kebutuhan yang harus tetap terpenuhi. Para ibu memutar otak untuk tetap bisa berhemat di masa pandemi. Semua ibu, pasti ingin cermat mengatur keuangannya agar uag tak habis sebelum waktunya. Belanja di dalam rumah tangga memang sesuatu yang tak bisa dihindari. Namun, janganlah merasa risau berkepanjangan. Kesulitan tak selamanya menghantui. Tiap persoalan selalu ada solusi. Bagi ibu cermat, tak perlu khawatir, jika belanja hemat kita terapkan bersama.

Seperti apa, sih,  solusi belanja hemat itu, ya? Ibu cerdas, cobalah tengok taktik berhemat berikut ini! Apa pun pekerjaan kita, berapa pun pendapatan kita, taktik ini bisa diterapkan.

Belanja Seminggu Sekali

Coba siasati belanja kebutuhan dapur seperti bumbu dapur atau lauk –seperti ikan, ayam, daging– yang sekiranya mampu disimpan agak lama dengan sekali belanja saja dalam satu minggu. Memang, sih, sekali belanja jadi banyak. Namun, bisa jadi dengan belanja untuk satu minggu sekaligus dengan jumlah yang  banyak bisa  mendapat diskon atau dapat harga lebih murah. Misalnya membeli telur 1/4 dengan satu kilo pasti harga lebih hemat saat membeli satu kilo. Jangan lupa, ya, siapkan tas belanja yang cukup besar untuk menampung belanjaan. Belanja lauk tadi bisa kita simpan aman di dalam freezer. Dengan sekali belanja banyak, kita tidak perlu bolak-balik ke pasar. Dengan demikian, bisa menghemat ongkos juga.

Berburu Diskon 

Nah, siapa sih, yang tidak tergiur dengan diskon atau potongan harga? Semua ibu biasanya senang berburu ini. Ini bukan sembarang berburu diskon, apalagi diskon kebutuhan sekunder. Lupakan dahulu, deh. Diskon yang ini tentunya  untuk belanja kebutuhan pokok. Biasanya supermarket atau toko swalayan yang besar akan mengeluarkan diskon saat pertengahan bulan atau week end. Ada minyak, gula, beras, dan kebutuhan pangan lainnya. Kesempatan ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya.   Cermati harga diskon dari media yang ada. Bisa juga kita peroleh dari brosur-brosur yang tersedia di supermarket. Jadi, brosur yang ada jangan buru-buru dibuang, ya.  Kali ini, bolehlah kita simpan, jika sewaktu-waktu kita membutuhkan informasi seputar harga diskon. Tak ada salahnya kali ini kita lebih menjatuhkan pilihan kebutuhan primer yang sedang diskon dan pilihlah supermarket yang terdekat dengan rumah. Pastikan juga kualitas bahan makanan yang diskon tetap dalam keadaan baik.

Belanja Daring

Jika malas berbelanja atau khawatir belanja ke supermarket hanya akan menambah pengeluaran, kita bisa memanfaatkan belanja daring (online). Sekarang ini, aplikasi belanja daring sangat banyak. Pilihlah yang review-nya bagus dan jelas kapan pengiriman barangnya, agar kita tidak kecewa. Selain itu, bisa juga belanja lewat teman di grup medsos yang berjualan. Tidak sedikit, loh, teman-teman kita yang saat ini menawarkan dagangannya via medsos. Dari bahan mentah, hingga matang. namun, carilah yang dekat agar bebas ongkos kirim. Jika harus memilih yang jauh, mungkin kita siasati dengan jumlah yang agak banyak dan bisa disimpan dalam waktu lama, seperti makanan beku. Kita bisa membandingkan harga terlebih dahulu, mana yang lebih murah. Siapa tahu, belanja daring lewat teman bisa dapat harga bersahabat. Kita pun turut membantu mengangkat perekonomian teman kita, bukan? Belanja, sambil menjaga silaturahim.

Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Sebaiknya jangan sering-sering menggesek kartu kredit apalagi untuk sekadar gaya atau agar kelihatan berduit. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan darurat atau sangat mendesak. Dengan pemakaian kartu kredit yang terlalu sering  justru akan menyebabkan kantung tipis sebelum waktunya. Gaji bulan depan jadi banyak terpakai untuk membayar tagihan kartu kredit. Biasanya menggunakan kartu kredit akan melenakan penggunanya karena alasan praktis. pengguna merasa tidak mengeluarkan uang, tetapi tahu-tahu tagihan membengkak. Sebaiknya belanjalah dengan uang tunai sambil mengontrol dana pengeluaran.

Bagiamana dengan tips sederhana di atas? Mudah, bukan? Jangan ragu untuk memulainya dari sekarang. Ibu cermat, belanja hemat, demi keluarga sehat. Selamat berbelanja hemat dan cermat. Semoga ini menjadi solusi yang baik dan bermanfaat!

*Tulisan ini diikutsertakan ada 30 Days Writing Challenge Sahabat Hosting

1+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Berawal dari Pena
Read More

Berawal dari Pena

Menulislah, agar kamu merasa bahagia. Saya sangat suka kalimat ini, meskipun entah siapa yang mengatakannya. Kalimat ini selalu…