Terampil Menulis Lewat Media Sosial

Terampil Menulis Lewat Media Sosial
Gambar: Wulan

Di masa kini, media sosial bagaikan arus deras. Hampir tiap orang menggunakan media sosial dalam kehidupannya tiap harinya. Bagaimana tidak? Media sosial adalah media daring yang digunakan orang satu sama lain untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan saling mengisi. Media sosial wadah media virtual yang bisa digunakan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Namun demikian, media sosial harus digunakan dan disikapi dengan bijaksana. Menumbuhkan sikap selektif dalam berkegiatan di media sosial adalah hal yang penting. Ada sisi positif, ada pula sisi negatifnya. Di sini saya tidak akan membahas sisi-sisi negative dalam bermedia sosial. Justru, saya ingin mengupas sisi-sisi positifnya.

Media sosial kini menjadi kebutuhan banyak orang, bahkan sudah menjadi gaya hidup. Semua orang memanfaatkan media sosial. Manfaat media sosial bagi kita antara lain: sebagai alat komunikasi jarak jauh, mesin pencari informasi, sarana berwirausaha, sebagai wadah kreativitas, dan sarana layanan publik. Dengan manfaat yang banyak dan luas ini, tentu saja kita akan merasa sayang jika mengabaikan media sosial, bukan?

Baca juga: Manfaat Media Sosial bagi Kita

Bagi saya, yang hobi menulis, kehadiran media sosial sangat membantu. Agar terampil menulis, saya adalah orang yang senantiasa menggunakan media sosial sebagai wadah yang praktis. Saya bisa kapan dan di mana saja menulis. Apalagi kini, menulis bagi saya tak lagi sekadar menjadi hobi, melainkan juga menjadi profesi.

Menulis tak bisa pandai dengan cara instan. Menulis adalah sebuah proses panjang. Menulis adalah profesi yang harus ditekuni dengan kontinu. Kita bisa terampil menulis karena biasa atau karena sering melatih diri. Pengertian terampil bagi saya artinya adalah adalah konsisten dan cakap (cerdas/pandai). Jadi, buat saya, menulis itu adalah kegiatan yang harus terus dilakukan. Bukan semata untuk mencapai hasil terbaik, melainkan untuk menjadi terampil.

Beberapa hal yang saya lakukan untuk melatih keterampilan menulis lewat media sosial adalah sebagai berikut.

1. Pilihlah Media Sosial yang Kamu Suka

Kita tidak harus memakai atau menguasai semua media sosial yang ada. Jika tidak bisa konsisten, bisa-bisa kita akan kewalahan dan akhirnya berhenti. Saran saya pilihlah media sosial yang nyaman untuk kita. Jangan sekadar ikut-ikutan orang lain. Merencanakan dengan matang mana media sosial yang kita gunakan merupakan sikap yang bijak. Amati dan pelajari, sebelum bertindak. Saya memilih Facebook, Instagram, dan Blog sebagai media sosial untuk menampung ide-ide menulis saya. Media-media sosial yang saya sebutkan tadi saya gunakan untuk menulis cerita, berbagi informasi, dan lain-lain. Dengan ini saya bisa mengekspresikan pikiran dan perasaan saya lewat tulisan. Meskipun kadang saya menuliskan hal-hal sepele, saya berusaha tetap menggunakannya untuk menulis yang lebih bermakna. Bagi saya selain menulis, blog adalah pilihan tepat untuk menuangkan inspirasi. Mau menulis dengan topik apa, mau menulis pendek atau panjang, tak masalah. Tampilannya juga menjadi lebih menarik dengan dilengkapi bermacam gambar.

Baca juga: Menjadikan Blog sebagai Sarana Menyalurkan Hobi Menulis

2. Carilah Ide dengan Banyak Membaca

Membaca adalah salah satu cara untuk mendongkrak agar kita terampil menulis. Banyak menulis, tetapi sedikit membaca rasanya ada yang kurang. Banyak menulis membutuhkan banyak ide. Bagaimana agar ide tidak buntu? Salah satunya adalah dengan banyak membaca tulisan orang lain. Tulisan orang lain bisa membuka wawasan kita. Terutama di masa pandemic, memanfaatkan bacaan-bacaan yang baik di media sosial adalah kesempatan emas. Jangan sampai dalam masa kuncitara, kita hanya lebih banyak rebahan. Carilah ide baru di tiap bacaan kita. Media sosial telah menyajikan bacaan-bacaan yang sangat luas dan praktis.

Baca juga: Cara Menemukan Ide untuk Menulis

3. Menulislah secara Konsisten

Seperti dikatakan di atas, kita bisa terampil menulis, jika kita mau rajin menulis. Kuncinya adalah konsisten, bukan angin-anginan. Konsisten menulis bisa dilakukan dengan menjaga mood (semangat). Jika merasa buntu, kita bisa berhenti sejenak, tetapi tidak dalam waktu yang lama. Dengan banyaknya media sosial sebisa mungkin kita tetap menulis, meskipun sedikit. Misalnya, menulis short story di status Facebook, Instagram, atau Whatsapp juga bisa menjadi pilihan yang mudah. Rencanakanlah membuat tulisan apa pun dan di mana pun secara berkala dan tidak harus tiap hari. Menulislah dengan asyik, tanpa kita merasa lelah. Menulis sedikit, tetapi kontinu, hasilnya akan baik.

4. Menulislah dengan Bahasa Tulisan yang Baik

Terampil membutuhkan ilmu. Latihlah diri kita untuk menulis dengan bahasa tulisan yang baik dan benar, meski hanya di media sosial. Biarkan pembaca tulisan kita merasa nyaman dengan kerapian dan kecakapan kita dalam menulis. Cerita pendek yang kita tulis dengan baik, rapi, dan terstruktur, tentu menjadi nilai plus dabandingkan dengan cerita yang ditulis asal-asalan. Menulis di blog pun demikian, meski blog kita tergolong blog “suka-suka”. Biar bagaimana pun bahasa tulisan memiliki perbedaan dengan bahasa lisan. Bahasa lisan memiliki sifat bebas, sementara bahasa tulisan tidak demikian. Namun, bukan berarti tulisanmu tidak bisa renyah hanya karena mematuhi aturan yang semestinya. Bahasa tulisan juga bisa menyesuaikan jenis tulisan yang kita tuju.

Baca juga: Swasunting, Mengapa Perlu?

 

5. Buatlah Variasi Tulisan

Kamu bosan menulis itu-itu saja? Kamu bosan mengisi status Facebook dengan curhatan dan kekesalan yang tak kunjung habis? Mengapa tak kita manfaatkan saja dengan membuat sebuah cerita pendek yang idenya diambil dari peristiwa yang kita alami? Tentu itu lebih menarik. Dengan menyimpan banyak peristiwa, tulisan kita menjadi bervariasi. Variasikan tulisanmu menjadi puisi, fiksimini, prosa, dan lain-lain. Jika bosan menulis dengan topik yang itu-itu saja, cobalah untuk menulis sesuatu yang berbeda. Dengan memelajari banyak genre menulis, akan membuat kita semakin terampil menulis.

Dari lima hal bagaimana langkah terampil menulis lewat media sosial, mana yang paling mengena di hatimu? Jika cocok, lakukan saja sekarang, tanpa harus menunggu!

*Tulisan ini diikutsertakan di 30 days challenge Sahabat Hosting

5+
1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Berawal dari Pena
Read More

Berawal dari Pena

Menulislah, agar kamu merasa bahagia. Saya sangat suka kalimat ini, meskipun entah siapa yang mengatakannya. Kalimat ini selalu…